Archive | Terapi Penyakit RSS feed for this section

Terapi Fisik Redakan Radang Sendi

6 May

ct.gov

MENDERITA radang sendi? Cobalah melakukan terapi fisik. Terapi ini dinyatakan bisa membantu pasien mengatasi rasa sakit dan kesulitan bergerak akibat radang sendi. Terapis akan membantu memperbaiki fungsi fisik sehingga memudahkan Anda melakukan aktivitas sehari-hari.

Berikut beberapa manfaat yang bisa Anda dapatkan dari terapi ini:

Olahraga
Pola olahraga yang tepat bisa mengurangi rasa sakit dan kekakuan di persendian. Selain itu, olahraga juga berfungsi memperbaiki kekuatan otot, kelenturan persendian, keseimbangan, koordinasi serta ketahanan. Olahraga apa yang tepat? Jenis yang tepat adalah olahraga yang mempertimbangkan keterbatasan fisik dan mendorong perbaikan secara bertahap. Seorang terapis fisik bisa menilai dan memilih olahraga yang tepat untuk masing-masing paisen. Terapis akan mengajarkan Anda melakukan serangkaian gerakan, latihan kekuatan serta olahraga aerobik.

Teknik perlindungan sendi

Perlindungan sendi sangat penting untuk memperbaiki mobilitas persendian dan mengurangi risiko cacat sendi. Ada baiknya menghindari stres dan peregangan terhadap persendian. Untuk mengurangi stres terhadap persendian, Anda sebaiknya mencoba mempertahankan atau memperbaiki kekuatan otot. Anda sebaiknya memperhatikan posisi tubuh saat bergerak. Selain itu, hindari aktivitas berlebih dan hindari mengangkat beban berat yang bisa membahayakan persendian. Terapis akan membantu Anda mempelajari teknik-teknik perlindungan sendi ini.

Mekanisme tubuh yang tepat
Mekanisme tubuh ini merujuk pada cara Anda bergerak. Posisi tubuh yang benar membantu mengurangi rasa sakit di persendian dan otot, stres dan peregangan terhadap persendian, serta mengurangi risiko cedera. Anda sebaiknya memperhatikan secara sadar setiap gerakan yang Anda lakukan saat duduk, berdiri, mengangkat, menggapai dan bahkan saat tidur. Postur yang baik dan kesejajaran yang benar sangat penting. Seorang terapis fisik bisa membantu memperbaiki kesadaran Anda mengenai mekanisme tubuh yang benar.

Panas dan dingin kurangi sakit

Panas dan dingin bisa meredakan ketidaknyamanan terkait sakit sendi atau rasa sakit pada otot-otot. Mungkin Anda masih bingung memilih mana yang lebih baik, panas atau dingin. Pilihan ini bergantung pada tipe radang sendi serta gejala pada persendian atau otot (seperti sakit, membengkak atau meradang). Beberapa pasien lebih menyukai panas dibandingkan dingin es atau sebaliknya. Seorang terapis fisik bisa membantu Anda memilih terapi yang lebih efektif.

Perangkat pembantu
Radang sendi menyebabkan rasa sakit di persendian, otot-otot melemah, gerakan terbatas, dan pada beberapa kasus memicu cacat sendi. Dengan semakin terbatasnya gerakan dan bertambahnya rasa sakit saat bergerak, tugas-tugas sederhana akan terasa semakin sulit. Untuk membantu mengatasi masalah ini, Anda bisa menggunakan berbagai perlengkapan pembantu. Terapis fisik bisa membantu Anda mengenali aktivitas yang paling sulit Anda lakukan dan cara mengatasinya.

Hemat energi
Melakukan aktivitas berlebih akan menguras tenaga Anda. Rasa sakit, kekakuan dan keletihan akan meningkat jika aktivitas tidak seimbang dengan istirahat. Anda harus mengetahui batas Anda dan belajar untuk berhenti begitu mencapai titik tersebut. Rasa sakit merupakan pertanda adanya gangguan. Terapis fisik bisa membantu Anda mengenali batas dan mengatur tingkat aktivitas Anda.

Terapi Magnet Efektif Atasi Depresi

4 May

ieee.org

ANDA depresi? Cobalah melakukan terapi magnet. Menggunakan magnet untuk menstimulasi otak, menurut temuan peneliti, efektif meredakan depresi pada orang-orang yang belum mengalami pemulihan dengan obat-obat antidepresan.

“Selama ini kita selalu mempertanyakan efektivitas terapi transcranial magnetic stimulation (TMS),” terang pemimpin studi Dr. Mark George, seorang profesor di bidang psikiatri, radiologi dan neuroscience dari Medical University of South Carolina.”Dan ternyata memang efektif,” terang George, seperti dikutip situs healthday.com, Senin (3/5).

Dalam studi ini, peneliti melibatkan 190 partisipan dewasa yang telah menderita depresi paling tidak selama tiga bulan tapi tidak lebih dari lima tahun. Partisipan telah menggunakan obat antidepresan tapi belum sembuh juga.

Menurut peneliti, para psikiater sudah tertarik melihat kemungkinan mengatasi depresi dengan terapi magnet selama lebih dari sepuluh tahun. Magnet diyakini bekerja dengan menciptakan arus listrik di sel-sel saraf di bagian left prefrontal cortex, area otak yang terlibat dengan pengaturan mood. Arus listrik menghidupan area tersebut.”Pada penderita depresi, area tersebut terlihat tidak aktif,” terang George.

“TMS merupakan salah satu perkembangan yang paling menarik di bidang psikologi,” terang Tony Tang dari Northwestern University.”Ada obat baru yang keluar setiap tahunnya, tapi semuanya hampir sama saja, dan kami tidak melihat perbedaan efektivitas yang besar. Dengan TMS, mekanisme benar-benar beda. TMS sangat aman, serta merupakan bentuk terapi shock elektrik yang tidak invasif.”

Selain itu, terapi magnet tidak menimbulkan efek samping yang membahayakan. Dalam studi ini, efek samping yang ditemukan hanyalah sakit kepala dan rasa tidak nyaman ringan di area yang distimulasi. Selain itu, sebagian besar pasien tetap bebas depresi setelah pengobatan dihentikan selama berbulan-bulan.

Pada 2008, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika (FDA) menerima pemasaran perangkat yang digunakan dalam terapi magnet untuk mengatasi depresi.

Manfaat Sehat Terapi ASI

30 Apr

momsfeedingfreedom.com

TIDAK diragukan lagi bahwa air susu ibu (ASI) membantu menjaga kesehatan bayi. Tapi, bisakah ASI mengobati berbagai gangguan penyakit yang diderita orang dewasa?

Sejumlah studi telah menunjukkan bahwa ASI bermanfaat mengatasi berbagai kondisi, termasuk kanker, diare dan diabetes. Dalam studi terbaru yang dipublikasikan minggu lalu, peneliti dari Swedia melaporkan bahwa ukuran tumor kandung kemih berkurang dalam waktu lima hari setelah pasien disuntik dengan komponen ASI.

Penelitian juga telah menunjukkan bahwa bayi-bayi yang diberi ASI mengalami pengurangan risiko berbagai penyakit, termasuk kanker. Tapi, kanker bukan satu-satunya fokus penelitian mengenai ASI. Berikut beberapa manfaat ASI lainnya berdasarkan temuan peneliti:

Diabetes dan parkinson

ASI bisa menjadi sumber stem cell baru. Stem cell merupakan temuan paling menarik di bidang obat-obatan. Hal ini karena stem cell bisa berkembang menjadi berbagai sel berbeda dalam tubuh, berperan sebagai sistem perbaikan internal.

Stem cell sudah digunakan untuk mengatasi leukemia dan segera akan digunakan untuk mengatasi gangguan mata. Selain itu, para ilmuwan sedang meneliti potensi stem cell untuk mengatasi kondisi seperti cedera tulang belakang, diabetes, dan penyakit parkinson.

Ahli biologi molekular dari Perth University, Australia, telah menemukan stem cell dalam ASI. Dr Mark Cregan dan timnya mengkultur sel-sel dari ASI manusia dan menemukan hasil positif untuk sebuah penanda stem cell yang dikenal dengan nestin.

“Sel-sel ini memiliki semua karakteristik fisik dari stem cell,” terang Cregan, seperti dikutip situs dailymail.co.uk.”Selanjutnya kami akan melihat apakah sel-sel ini berperilaku seperti stem cell.

Jika sama, peneliti akan mempunyai cara lebih mudah dalam mendapatkan stem cell untuk tujuan pengobatan. Cregan meyakini bahwa perkembangan ini sudah akan tercapai dalam lima tahun mendatang.

Diare
Diare kronis membunuh hingga dua koma dua juta orang di seluruh dunia per tahunnya, sebagian besar adalah anak-anak dari negara berkembang. Para ilmuwan sedang meneliti apakah ASI bisa digunakan untuk menangani kasus ini.

Salah satu pendekatannya adalah kandungan gula yang tidak bisa dicerna (dikenal dengan oligosakarida) yang banyak terkandung dalam ASI. Gula ini melindungi bayi dari patogen, yang telah memapar ibu. Oligosakarida diyakini bisa meningkatkan perlindungan alami (yang telah melemah pada orangtua) dalam melawan patogen.

Sejauh ini, para ilmuwan telah bisa mengembangkan tikus yang secara genetik menghasilkan oligosakarida dalam susunya. Selain itu, peneliti sedang mengembangkan bakteri yang bisa menghasilkan oligosakrida manusia. Oligosakarida ini hendak dimasukkan ke dalam susu formula bayi atau digunakan sebagai suplemen untuk orang dewasa.

Di samping itu, komponen lain dari ASI, lysozyme dan lactoferrin, telah dicoba pada anak-anak yang menderita diare. Hasil menunjukkan bahwa kandungan ini tidak hanya efektif menghentikan diare tetapi juga menawarkan perlindungan terhadap kemungkinan diare berulang.

Radang sendi
ASI mengandung lactoferrin , yang berfungsi mencegah aktivitas berlebih dari sistem kekebalan tubuh bayi. Komponen ini diyakini bisa membantu mengatasi gangguan autoimun, seperti rematik arthritis, multiple sclerosis dan septic shock.

Kepikunan
Di Italia, peneliti sedang mempelajari apakah molekul ASI yang dikenal dengan glyerophosphocholine (GPC) bisa memperbaiki fungsi mental penderita kepikunan, korban stroke dan cedera otak traumatik.

Dalam beberapa percobaan terpisah, GPC terlihat bisa memperbaiki memori, perhatian dan orientasi orang-orang dengan berbagai bentuk kepikunan, termasuk Alzheimer’s. Komponen ini bekerja seperti nutrisi otak, memberi makan sel-sel tubuh yang paling memerlukan energi, seperti sel-sel otak.

Jerawat

Seorang mahasiswa dari University of California baru-baru ini menemukan bahwa kandungan asam laurat dalam ASI mengurangi iritasi dan bintik-bintik di wajah. Komponen ini telah dikembangkan dalam bentuk krim jerawat dan sedang menjalani percobaan klinis.

Krim ini menggunakan partikel emas kecil untuk membawa asam laurat ke dalam pori-pori. Dalam pori-pori, kandungan antimikroba di dalamnya akan bekerja melawan bakteri.

Namun karena kesulitan mendapatkan sumber ASI, peneliti sedang mengembangkan sumber baru untuk mendapatkan kandungan sehat di dalamnya. Komponen lysozyme dan lactoferrin diambil dari sejenis beras dan susu dari kambing dan sapi yang telah dikembangkan secara genetik.

Meskipun beberapa komponen bermanfaat ini bisa ditemuan dari susu hewan, ada beberapa komponen yang hanya terkandung dalam susu manusia. Selain itu, versi susu dari hewan kurang kuat saat diberikan kepada manusia.

Kesehatan
ASI mempunyai sejarah panjang dalam kesehatan. Bangsa Mesir kuno menggunakan ASI sebagai obat, dipadukan dengan madu. Dan di tahun 60-an, studi yang dilakukan penemu vaksin polio oral, Albert Sabin, menunjukkan bahwa tikus yang diberikan ASI pulih dari polio.

Sekarang ini, beberapa pasien penderita penyakit kekebalan tubuh, seperti HIV, leukemia atau hepatitis, juga minum ASI. Pasien ini diharapkan bisa mendapatkan manfaat yang sama dengan bayi-bayi.

Terapi Tingkah Laku Sukseskan Pelangsingan

5 Feb

ayushveda.com

HAMPIR semua orang, termasuk mereka yang obesitas, tahu bahwa olahraga baik untuk kesehatan dan mampu membentuk badan. Sebuah survei yang dilakukan George Washington University Medical Center bahkan menemukan, orang yang kelebihan berat atau obesitas justru lebih meyakini manfaat olahraga dibandingkan mereka dengan berat badan normal.

Akan tetapi, menurut survei, banyak orang yang kelebihan berat badan atau obesitas tidak suka terlihat terengah-engah di depan orang lain yang lebih muda dan langsing. Mereka juga merasa malu jika harus berkeringat di depan orang lain yang lebih berotot.

Jadi, yang membuat mereka enggan berolahraga bukan karena tidak sadar manfaatnya, tapi karena masalah emosi yang mereka hadapi.

Bagimana cara mengatasi gangguan emosi ini? Menurut terapis cognitive-behavioral James P. Krehbiel, Ed.S., dari Scottsdale, Arizona, ada beberapa teknik terapi tingkah laku yang bisa Anda coba, termasuk self-monitoring, control stimulus , memperlambat makan dan teknik kognitif.

Self Monitoring:

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk memonitor diri Anda dan memastikan bahwa Anda tidak menyimpang jauh dari pola hidup sehat. Berikut beberapa di antaranya:

Buat jurnal makanan. Karena mengetahui harus menulis apa pun yang dikonsumsi, Anda akan berpikir dua kali sebelum menentukan pilihan makanan.

Buat jurnal olahraga.
Melihat kembali aktivitas apa saja yang sudah dilakukan bisa memotivasi Anda serta menjadi panduan dalam mengubah program latihan.

Lihat ukuran Anda. Skala atau angka tidak selalu menggambarkan perubahan tubuh dan bukan pertanda pasti apakah Anda mengalami penambahan otot dan menurunkan lemak tubuh. Ukuran bisa menunjukkan bahwa Anda telah kehilangan sejumlah inci, yang merupakan pertanda bahwa Anda berada di jalur yang benar.

Kontrol stimulus:

Cobalah menerapkan strategi yang mencegah godaan untuk hidup bermalas-malasan dan makan berlebih. Kontrol stimulus yang paling penting adalah mengatur lingkungan Anda. Artinya, mulailah menyingkirkan godaan dari luar rumah dan penuhi lemari pendingin Anda dengan makanan sehat.

Pastikan hanya makan di meja makan, bukan saat menonton TV. Saat makan malam selesai, bersihkan dan segera tinggalkan area dapur atau ruang makan. Kemudian segeralah gosok gigi. Dengan begitu Anda tidak akan tertarik lagi mengonsumsi kudapan.

Makan lebih lambat:

Para ilmuwan menyatakan bahwa Anda akan mengonsumsi lebih sedikit kalori jika bisa mengurangi kecepatan makan. Dengan menurunkan kecepatan, berarti Anda memberikan waktu yang cukup kepada tubuh untuk melepaskan hormon yang berfungsi menyampaikan pesan kenyang.

Perasaan kenyang dan kepuasan tidak hanya sekadar memenuhi perut dan perubahan kimia di dalam tubuh. Kepuasan yang Anda dapatkan dari makan secara perlahan akan menurun. Gigitan pertama akan terasa sangat lezat karena Anda lapar. Kesenangan terhadap makanan akan menurun saat Anda makan.

Teknik kognitif:

Sebuah studi dari Swedia menemukan bahwa terapi kognitif efektif dalam menurunkan dan mempertahankan berat badan. Pelaku diet cenderung menyimpang dari diet dengan berbagai alasan. Mereka sedih, gembira, kelelahan, stres, sedang merayakan sesuatu, bepergian, sibuk, sedang menghadiri pesta, serta sederet alasan tak berujung lainnya. Mereka meyakinkan diri bahwa tidak ada salahnya makan satu potong kecil, atau tidak seorang pun yang melihat.

Terapi kognitif akan mengajarkan Anda untuk berhenti menyalahkan diri sendiri, mencaritahu akar masalah dengan realistis, serta menentukan tujuan dan perubahan apa yang perlu dilakukan. Terapis juga membantu Anda untuk memperbaiki persepsi salah atau pikiran negatif mengenai tubuh Anda sendiri.

Cegah Sakit Punggung dengan Terapi Terbalik

2 Feb

losethebac.com

SAKIT punggung merupakan masalah kesehatan yang sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Untuk mengatasinya, Anda bisa mencoba ragam obat-obatan dan terapi yang tersedia, salah satunya adalah terapi inversi (terapi terbalik).

Terapi ini melibatkan aktivitas seperti menggantung terbalik dengan dibantu oleh alat yang khusus. Menurut terapis fisik dan pelatih olahraga, terapi inversi membantu tubuh memulihkan diri dari efek gravitasi dan aktivitas sehari-hari yang menekan.

Sakit punggung bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk postur tubuh yang buruk, otot-otot punggung dan perut yang lemah, serta ketidaksejajaran tubuh. Dan semua pemicu ini, menurut pakar, seringkali disebabkan oleh gaya gravitasi yang  harus dilawan oleh tubuh.

Terapi inversi dinyatakan bisa membuat gravitasi bekerja untuk Anda dengan cara menempatkan tubuh sesuai dengan gaya gravitasi. Dengan menggunakan berat badan sebagai gaya tarik alami, inversi  memanjangkan tulang belakang dengan menambah  ruang di antara ruas-ruas tulang belakang. Cara ini meredakan tekanan pada disc, ligamen dan akar saraf. Semakin kecil tekanan, semakin ringan sakit punggung.

Stres dan ketegangan bisa membuat otot-otot di punggung, leher, dan bahu menegang. Selain itu, stres juga bisa memicu sakit kepala dan gangguan lainnya. Otot-otot yang tegang akan memicu pegal-pegal dan rasa sakit dengan cara mengurangi suplai  oksigen, darah dan aliran getah bening, sehingga memungkinkan penumpukan zat kimia sampah di otot-otot.

Anda bisa merilekskan otot-otot dan mempercepat aliran cairan getah bening dengan membalikan tubuh paling tidak sebanyak 25 derajat. Aliran getah bening bisa membersihkan sampah-sampah tubuh dan membawanya ke aliran darah. Semakin cepat sampah-sampah ini dibersihkan dan semakin cepat penambahan suplai oksigen segar, semakin cepat pula kekauan dan rasa sakit di otot hilang.

Sebuah studi yang dilakukan psikoterapis L.J. Nosse  dari Departemen Terapi Fisik, Marquette University, Milwaukee, Wisconsin, menemukan bahwa aktivitas EMG (electromyographic), penanda sakit otot, menurun sebanyak 35 persen dalam waktu 10 detik pada posisi terbalik.

Selain itu, inversi juga mendorong postur yang baik. Saat dibalikkan, tubuh segaris dengan gaya gravitasi. Tulang belakang secara alami akan berada pada posisi yang benar.

Tekanan darah

Meskipun terapi ini diklaim efektif oleh sebagian besar pasien,  Randy A. Shelerud, M.D. dari Mayo Clinic Saint Marys Hospital menganjurkan Anda untuk tetap berhati-hati. Menurut Shelerud, terapi inversi tidak bisa memulihkan untuk jangka panjang. Selain itu, posisi yang menggantung terbalik bisa berisiko bagi penderita hipertensi, penyakit jantung dan glaucoma.

Saat berada dalam posisi terbalik lebih dari dua menit, menurut Shelerud, detak jantung akan melambat dan tekanan darah meningkat. Karena alasan ini, ada baiknya tidak mencoba terapi ini jika Anda menderita gangguan kardiovaskular atau  peningkatan tekanan di mata.

Sehat dan Langsing dengan Sup

28 Jan

sheknows.com

ISTILAH terapi sup (soup therapy) mungkin kedengaran agak asing di telinga Anda. Hal ini karena sup biasanya hanya digunakan sebagai makanan, bukan untuk pengobatan.

Akan tetapi, menurut pakar kesehatan alternatif dan juga penulis buku popular Secrets of Longevity, Dr. Maoshing Ni, efek penyembuhan dari sup membuat makanan yang dikenal efektif mengusir flu ini pantas dijadikan sebagai salah satu terapi pengobatan. Apa saja manfaat sup? Berikut uraiannya untuk Anda.

Turunkan berat badan. Angka obesitas terus meningkat. Dan peningkatan ini diiringi dengan semakin banyaknya kasus penyakit jantung, stroke, kanker, dan diabetes. Anda bisa mencegah hal ini dengan mengonsumsi semangkuk sup setiap hari. Sup bernutrisi dan rendah garam, menurut Ni, berfungsi memenuhi nutrisi tubuh dan mengeluarkan kelebihan air dari dalam tubuh.

Orang-orang yang mengonsumsi satu takar sup per hari, terang Ni, terbukti menurunkan berat badan lebih banyak dibandingkan orang yang mengonsumsi jumlah kalori sama tapi tanpa sup. Untuk memaksimalkan manfaat sup, cobalah mengonsumsi sup buatan sendiri. Sup kalengan, menurut Ni, seringkali kaya akan zat kimia dan garam. Selain itu, jangan lupa memperkaya sup Anda dengan sayur-sayuran segar.

Bangun kekebalan tubuh.
Agar bisa berfungsi dengan benar, sistem kekebalan tubuh memerlukan banyak mineral. Untuk meningkatkan kekebalan tubuh, berikut resep sup dari Ni yang bisa menjadi pilihan Anda.

Sediakan kubis, wortel, jahe segar, bawang merah, jamur shiitake, rumput laut serta sayuran yang ada di dapur Anda. Panaskan semua bahan-bahan dalam api kecil selama 30 menit. Hal ini untuk mencegah rusaknya komponen komponen penyembuh akibat panas.

Kubis meningkatkan kemampuan tubuh melawan infeksi, jahe menjaga kesehatan sistem pencernaan, dan rumpur laut berfungsi membersihkan tubuh. Jamur shiitake mengandung coumarin, polisakarida, sterol, vitamin dan mineral yang berfungsi meningkatkan kekebalan tubuh. Bahan-bahan sisanya berfungsi menjaga kesehatan tubuh secara umum. Untuk

Detoksifikasi.
Sebagai cairan, sup membantu mengeluarkan sampah-sampah dari dalam tubuh. Sup dengan bahan yang tepat membantu membersihkan hati, memperlancar sirkulasi darah, mengurangi peradangan dan menutrisi tubuh dengan mineral-mineral penting. Berikut resep sup pembersih tubuh dari Ni yang bisa Anda coba:

Panaskan bahan-bahan berikut selama 1-2 jam dalam api kecil: adas, kol, sawi, ketumbar, bungan dandelion, bawang putih, jahe, bawang perai, jamur shiitake, lobak, rumput laut, kunyit, dan selada air. Konsumsilah sup ini dua kali sehari.

Percepat pemulihan. Saat sedang sakit, cobalah mengonsumsi sup. Sup mudah dicerna dan bisa membantu tubuh melewan infeksi. Studi-studi telah menemukan bahwa sup ayam efektif menyembuhkan flu dengan cara menghambat peradangan dan  melonggarkan hidung mampat.

Baik Buruk Testosteon Sintetis

26 Jan

physicianrejuvenation.com

TERAPI testosteron menawarkan efek yang memikat: meningkatkan massa tulang, menajamkan memori dan fokus mental, meningkatkan libido, serta meningkatkan kadar energi. Hal ini membuat beberapa laki-laki dengan kadar testosteron normal juga tertarik mencoba. Apakah terapi ini benar-benar bisa membantu? Berikut uraiannya untuk Anda.

Apa itu testosteron? Tubuh laki-laki menghasilkan hormon testosteron di dalam testis mereka. Pada laki-laki, hormon ini membantu mempertahankan kepadatan tulang, distribusi lemak, massa otot, kekuatan otot, produksi sel darah merah, dorongan seks, dan produksi sperma.

Dokter Anda bisa meresepkan testosteron sintetis. Terapi testosteron menggunakan obat pengganti testosteron yang perlu bagi laki-laki dengan kadar testosteron yang sangat rendah. Obat-obat untuk terapi testosteron tersedia dalam bentuk suntikan, plester atau gel.

Menurun seiring penuaan.
Kadar testosteron tubuh mencapai puncaknya selama masa remaja dan awal dewasa muda. Mulai usia 40, tubuh memproduksi lebih sedikit testosteron. Untuk sebagian besar laki-laki, kadar testosteron menurun secara perlahan.

Efek penurunan testosteron. Studi-studi menemukan bahwa kekurangan testosteron memicu berbagai penurunan, termasuk: penurunan fungsi seksual, penurunan kepadatan tulang, berkurangnya massa otot, peningkatan jumlah lemak, penurunan kekuatan otot,  penurunan daya ingat, perubahan mood dan depresi.

Beberapa laki-laki mengalami gejala ini meskipun kadar testosteron mereka tidak rendah. Di sisi lain, ada juga laki-laki dengan kadar testosteron rendah tetapi tidak mengalami gejala ini.

Perlukah terapi testosteron untuk laki-laki dengan kadar testosteron normal? Beberapa laki-laki meyakini bahwa obat-obatan testosteron bisa membuat mereka merasa lebih muda dan lebih bertenaga. Tapi, studi-studi menunjukkan bahwa meskipun Anda merasa lebih muda dan kuat dengan terapi testosteron, terapi ini tidak menunjukkan manfaat yang jelas. Selain itu, belum ada bukti jelas yang menunjukkan bahwa kadar testosteron yang lebih tinggi bisa membuat Anda hidup lebih lama.

Risiko terapi.
Belum cukup bukti ilmiah untuk menentukan risiko terapi testosteron pada laki-laki yang memiliki kadar testosteron normal. Dari segi teori, kadar testosteron yang lebih tinggi dari normal bisa meningkatkan risiko kanker prostat dan pembesaran prostat (benign prostatic hyperplasia). Tapi, studi-studi belum menentukan apakah terapi testosteron bisa menyebabkan komplikasi ini.

Studi-studi, seperti dikutip situs mayoclinic, menunjukkan bahwa terapi testosteron bisa menyebabkan sleep apnea (henti nafas) pada beberapa laki-laki. Kondisi ini akan membuat Anda mulai dan berhenti bernafas (secara berkelanjutan) saat tidur. Selain itu, terapi testosteron juga bisa memicu produksi sel darah merah berlebih, sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung.

Berkonsultasi. Jika Anda merasa kekurangan hormon, berkonsultasilah dengan dokter. Penurunan jumlah testosteron hingga jauh di bawah normal bisa menjadi alasan penggunaan terapi testosteron.