Archive | November, 2012

Surat Cinta-9

18 Nov

Medan, Sunday, 18th November 2012      7:28

Image

Dear ai,

Sebelum menyatu dengan ketenangan malam, biar kuhapus resah yang mungkin pernah terbersit di hatimu, akan keberadaan diriku . Kekasih, suka di hati, bisa mengisi hari ini bersamamu. Tak perduli berapa kali ekspresi muka berubah karena lelah, hatiku tenang telah mengukirkan kenangan manis untuk hari ini, bersamamu. Jejak langkah, gelak tawa, dan kerutan lelah di wajah smoga tetap bisa kita ulang bersama di hari-hari esok.

Kekasih, belum terjawabkah tanyamu? Tentang adanya aku tuk tetap temanimu di masa datang. Tak ada yang salah dengan waktu. Yang terjadi di hari-hari lalumu, adalah yang terbaik untukmu di saat itu. Yang terjadi di hari-hari laluku, adalah yang terbaik untukku di momen itu. Kita tak bisa menyatukan cerita di hari lalu. Tapi kekasih, saat ini, adalah milik kita, dan jika Dia berkenan, akan tetap begitu adanya hingga Keabadian menjemput.

Kekasih, Sudahkah tersapu butir-butir cemasmu? Biar kuurai beberapa kata lagi. Sungguh riang hatiku, saat mendengar sedikit saja perubahan positif dalam dirimu. Saat satu perubahan baik dalam dirimu bawa suka cita besar dalam hidupku, bagaimana dirimu akan menyebutnya, bukankah itu cinta?

Jika tersamar di matamu, cobalah pejamkan mata. Ingat kembali pancaran mataku. Tidakkah kau bisa berenang di sana? Tak perduli seberapa sedikit kata yang bisa meyakinkanmu, mata kan selalu setia pancarkan cinta dan sayang, untukmu.

Advertisements