Archive | December, 2011

Momen

28 Dec

musicsongz.com

Tanah Karo, 26 Desember’11

Di ketinggian bukit ini,
Jauh dari bising manusia dan teknologi,
Ditemani ragam nyanyian burung,
Dimanja bisik halus daun bambu,
Dibelai mesra sang bayu,
Dikelilingi pegunungan hijau berpadu kekuningan jagung yg mulai menua,
Dengan bersandar di bidang bahumu,
Kupejamkan mata,
Perjelas mata dan rasa hati,

Kekasih, dengarlah…
Jauh dari dasar hati, tak ingin mengukir nama kita di pohon bambou minyak,
Seperti yang banyak terukir di sana.
Begitu indah lagu cintanya, tak kuasa hati melukai batang halusnya.

Kekasih, tak perlu ragu…
Dengan mata terpejam,
Jelas kulihat namamu, terukir di hatiku,
Tempat yang selalu aman buatmu,
Hanya kan hilang saat Dia memanggilku kembali,

Kekasih,…
Sekuat tenaga,
Ingin kuhentikan waktu, tak rela jika berlalu,
Ingin mengunci diri di tengah momen ini,—Indah, tenang, teduh,
PIkiranku tak aktif, hanya menopang hati berbisik syukur,–
Betapa besarnya Dia,–Memberiku momen berkesan di tengah suasana alam yang begini indah,

Kekasih,
Kusadar tak ada yang bisa mengikat dan menentang waktu,
Mau tak mau, kaki harus terus melangkah,
Jika tidak berburu, paling tidak senada dengan waktu,
Yakin lah satu hal,
Seiring kerja kamera mata dan memori otak– merekam dan menyimpan kenangan sekitar,
Sosokmu kan abadi di dalamnya.

Kecewa

17 Dec

toonbarn.com

Haruskah kesilapan kecil dibesar-besarkan?
Haruskah berteriak dan membentak di tengah keramaian?
Inikah cara memandu yang tepat?

Ribuan kali tanya pun,
Meski mulut bungkam,
Tetap saja pikir dan hati menolak,

Aku rindu mereka,
Yang memanggil ke tempat khusus,
Menunjukkan cara tepat hindari khilaf,
Menegur halus, menanam rasa hormat dan cinta,
Aku rindu mereka,

Satu buah pikir dari semuanya: It doesn’t feel right at all, so that I am never gonna do the same to others. The pain and sorrow are just enough for me. Nobody else deserves that.