Archive | November, 2011

Gerimis

21 Nov

fun4frends.com

Medan, 21st November 2011

Bersama Curahan gerimis pagi,
Kutumpahkan sgala rasaku,
Bersama dingin hembusan angin,
Kutiupkan sesak di dada,
Smoga cinta dan kangen menemukan jejak kekasih,
Dan smua sedih gundah melebur di tanah basah.

Advertisements

Kemanakah?

13 Nov

images.google.com

Medan, 13 Nov 2011

Terpaku dia di sana,
Di tengah perempatan jalan,
Dibalut gelap tipis ambang senja,
Tubuhnya gemetar, dikecup keras angin sore.

Tajam matanya menembus timur,
Dibantu sisa-sisa semburat merah dari Barat,
Bekas Jejak bergegas masih tersisa di depan,
‘Kesanakah?” Bibir pucatnya bergetar
Kaki kanannya melangkah, setapak.
Kembali diam terpaku.
Rambut gelombang sebahu menari bebas dipermainkan angin.

Memutar badan,
Mata hitamnya berkilau, beradu lembut cahaya penutup hari.
“Angin bergerak ke Timur, haruskah aku melawan arus?”Getar bibirnya semakin kentara.
Dua kancing terbawah kemeja lusuhnya terlepas dari tautan
Berkibar ditiup angin,
Dia masih tegak diam, saat gelap menyelimuti.

Masih tegak tanpa alsa kaki,
Matanya beralih ke Selatan,
Terang samar dari perumahan penduduk serasa memanggil lembut,
“Aku sudah di sana sepanjang hidup, haruskah ke sana lagi?” kertakan giginya mulai terdengar, keriput bibirnya jelas.

Kedua tangannya terlipat rapat di dada,
Memeluk diri sendiri, lawan dingin yang kian menusuk
Matanya menyapu langit malam,
Terkait pada satu bintang di Utara,
Jauh di sana, di atas hutan-hutan di sisi kiri,
“Jika tak bisa kutemukan di tengah terang dan hangat mentari, akan kucari di samar kilau bintang dan kelam malam.”
Bibirnya mulai ukir malam dengan rekahan senyum.
Indah…

Untuk pertama kalinya, dia mengusapku,
“Tlah kutemukan, tak kan lagi bawamu lari tanpa arah,” bisiknya halus.
Hangat rasaku, aman di bilik hatinya.

Gado Rasa di Hari Minggu

6 Nov

dragoart.com


Medan, Sunday 6th November 2011

Rasa,
Takkan pernah bisa diungkap sepenuhnya dengan kata,
Kadang aku marah,
Kadang kesal,
Kadang kangen,
Kadang putus asa,
Kadang senang,
Kadang ingin pergi jauh,

Tapi hatiku tak kenal kata ‘kadang’
Apa pun rasaku,
Tak pernah hatiku lelah cintaimu,

Bersama titik-titik hujan sore ini,
Taman hati kembali bersemi,
Seolah hendak mematri kepastian,
Kemana pun logika bawa ragaku pergi–hatiku kan tuntunku kembali ke sisimu.