Archive | May, 2011

Kata di Penghujung Hari

28 May

Medan,28 May 2011

istockphoto.com


The more I see you, the more I miss You…
But the more I spend time without you, the more I get used to the shadow.
Blame me not my love.

Surat Cinta-2

25 May

Medan, 25th May 2011

imageshack.us

Dear ai…
Cinta, kuyakini, menerima apa adanya,
Dan sejak menggugah rasa, ingin kukasihi engkau apa adanya,

Sebelumnya,
Tak perduli sebetapa rapat aku mengunci mulut,
Hariku slalu dihujani dengan ucapan mutiara cinta,
malamku ditemani dengan bisik sayang,
Membuatku terbiasa dengan ekspresi vokal.

Hadirmu, bawa nuansa berbeda,
Seperti danau jernih dikelilingi rerimbunan,
Hampir tak beriak tapi tenang teduh
Kontras jika kutoleh ke belakang
Tapi hatiku terima caramu.

Banyak hal berubah, tapi dinginku hampir tak bergeser..
Semua pesan kuketik di hati dan kusimpan di memori otak,
Begitu kuat dan jelas buatku jarang kabarimu…

Dear ai..
Bisakah logikamu terima,
Saat kutulis hari dengan tinta rinduku,
Tanpa pernah ucap atau kirim pesan kangen padamu?

Alasan sederhana dibalik semua:
Telah kusimpan sosokmu di bola mataku,
Buatmu tak pernah hilang dari tatapku.
Kurekat namamu di ujung lidah,
Dan bebas kupanggil saat merindu,

Ai……………………………………………..

Surat Cinta-1

19 May

Medan, 19th May 2011

virtualbingo.org

Dear ai..
Jika pernah terlintas di pikirmu bahwa aku tidak perduli, berhentilah. Dugaan yang 100 % salah itu hanya akan buatmu lelah. Dengarlah….

Saat pertama buka mata, kubisik namamu dalam doa,
Dengan satu rangkai kata,” Tuhanku, Engkau tahu yang dia mau, kabulkanlah.”
Saat tembus gelap dan dingin pagi, kuhangatkan setiap langkah dengan tawamu.
Saat memandang semburat merah langit di sela-sela kelam subuh, kulukis wajahmu.
Dan saat merekahkan bibir, kuukir senyummu.

Dear ai,..
Mungkin tak cukup bagimu,
Karena rasaku bukan ucap, bukan sentuhan, bukan bisikan, bukan….

Lihatlah,…
Saat aku memeluk anak-anak di sampingku, memoriku mengenangmu.
Jika ada anak menangis, kutenangkan dengan bisik,’I love you.’
Saat itu, wajahmu jelas di kamera mataku.

Dear ai,
Hadirmu, warnai hariku.

17 May

Medan, 17th May 2011

Jika kepikunan bisa mencurimu dari pikiranku dan rasa benci menghapusmu dari hatiku, biarkan penaku goreskan kisah kita dalam lembaran kertas. Jika aku benar-benar lupa, paling tidak kau masih punya bukti bahwa aku pernah mewarnai hidupku dengan tawamu.

Ikarowina Tarigan

Ragu

15 May

Medan,15th May 2011

layoutsparks.com

Terik berlalu,
Berganti titik-titik hujan,
Gerah fisik benar menguap,
Tapi kenapa panas di dada semakin membara?

Sesak di dada, benar kutanam sendiri,
Kutahan setiap serpihan rindu,
Biar berurat dan berkembang,
Kelak bisa teduh menemanimu..

Kangen, bisik hati, seharusnya bisa dinikmati.
Tapi rasa ini, justru bawa benih-bebih ragu.
Satu hal terus mengganjal hati,
Satu hal yg mungkin absen dari pikirmu.
Mungkin bukan ‘mungkin’, tapi ‘pasti’

Tak ada yg bisa membaca pikiran,
Aku tahu…
Tapi kata enggan terucap,
Seandainya rasa tidak nyaman bisa kuurai dengan kata,
Bimbang takkan pernah ada.

Tak tau…
Mungkin biar saja,
Waktu kan jawab semuanya….

Kata Bisu

6 May

Medan, 2nd May 2011

midliferocksblog.com

Kaum adam, kata pakar,
Takkan pernah mengerti jika tidak diberitahu.
Mungkin, sebaiknya kuucap saat ada yang mengganjal hati.
Tapi kita manusia dewasa, bisik hatiku.
Tak perlu diburu dengan sederet ucap.
Karna ucap kata, apalagi saat marah, seringkali menyakitkan.

Tapi dengan cara ini,
Berarti aku menentang hukum alam kaummu.
Akankah kau mengerti?
Saat marahku terbungkus rapi dalam diam.
Atau, saat rinduku membayang dalam tatapan mata.

Kau

5 May

Tuesday, 26th April 2011

lovesolution.org

Hari ini,
Ditemani kelam dan dingin malam,
Kubiarkan jemariku menari,
Goreskan awal kisah, yang kuharap tak berujung,
Kulepaskan simpul hati,
Tuk ukir cerita dua manusia, kau dan aku.

Malam ini,
Kumenangis dan tertawa pada saat yang sama.
Tangisi ketidakberdayaan yang kadang muncul,
Dan tertawai hati yang tak sekuat karang.
Akankah kau mengerti?

Bisakah kau terjemahkan suaraku?
Saat jarak memisahkan ekspresiku dari tatapanmu.
“Suaramu terdengar riang saat air mata banjiri pipimu,” kata mereka.
Bisakah kau pahami?

Kau, yang hadir tanpa isyarat,
Yang ulurkan kunci saat gembok hati mulai berkarat,
Bisakah kau baca mimpi dan harapanku?
Dan, akankah terjamahku bisik doamu?

Let us just keep living, trying, waiting and watching……