Archive | April, 2010

Bisa…

30 Apr
Benarkah tak bisa berpaling?

Mulut ucap ‘amin’ berjuta kali

Kubiarkan..

Tak berpaling,

Detik berganti tahun..

Benarkah Tak bisa berpaling?

Kali ini, otak tidak mau kalah cepat.

“Bisa,” ucapnya tanpa ragu

“Jangan sombong,” mulut telat,

Diputar Balik..

Kenapa tidak bisa?

Dia tak pernah tanam akar

Cuma bunga,

Pasti layu seiring musim…

Advertisements

Manfaat Sehat Terapi ASI

30 Apr

momsfeedingfreedom.com

TIDAK diragukan lagi bahwa air susu ibu (ASI) membantu menjaga kesehatan bayi. Tapi, bisakah ASI mengobati berbagai gangguan penyakit yang diderita orang dewasa?

Sejumlah studi telah menunjukkan bahwa ASI bermanfaat mengatasi berbagai kondisi, termasuk kanker, diare dan diabetes. Dalam studi terbaru yang dipublikasikan minggu lalu, peneliti dari Swedia melaporkan bahwa ukuran tumor kandung kemih berkurang dalam waktu lima hari setelah pasien disuntik dengan komponen ASI.

Penelitian juga telah menunjukkan bahwa bayi-bayi yang diberi ASI mengalami pengurangan risiko berbagai penyakit, termasuk kanker. Tapi, kanker bukan satu-satunya fokus penelitian mengenai ASI. Berikut beberapa manfaat ASI lainnya berdasarkan temuan peneliti:

Diabetes dan parkinson

ASI bisa menjadi sumber stem cell baru. Stem cell merupakan temuan paling menarik di bidang obat-obatan. Hal ini karena stem cell bisa berkembang menjadi berbagai sel berbeda dalam tubuh, berperan sebagai sistem perbaikan internal.

Stem cell sudah digunakan untuk mengatasi leukemia dan segera akan digunakan untuk mengatasi gangguan mata. Selain itu, para ilmuwan sedang meneliti potensi stem cell untuk mengatasi kondisi seperti cedera tulang belakang, diabetes, dan penyakit parkinson.

Ahli biologi molekular dari Perth University, Australia, telah menemukan stem cell dalam ASI. Dr Mark Cregan dan timnya mengkultur sel-sel dari ASI manusia dan menemukan hasil positif untuk sebuah penanda stem cell yang dikenal dengan nestin.

“Sel-sel ini memiliki semua karakteristik fisik dari stem cell,” terang Cregan, seperti dikutip situs dailymail.co.uk.”Selanjutnya kami akan melihat apakah sel-sel ini berperilaku seperti stem cell.

Jika sama, peneliti akan mempunyai cara lebih mudah dalam mendapatkan stem cell untuk tujuan pengobatan. Cregan meyakini bahwa perkembangan ini sudah akan tercapai dalam lima tahun mendatang.

Diare
Diare kronis membunuh hingga dua koma dua juta orang di seluruh dunia per tahunnya, sebagian besar adalah anak-anak dari negara berkembang. Para ilmuwan sedang meneliti apakah ASI bisa digunakan untuk menangani kasus ini.

Salah satu pendekatannya adalah kandungan gula yang tidak bisa dicerna (dikenal dengan oligosakarida) yang banyak terkandung dalam ASI. Gula ini melindungi bayi dari patogen, yang telah memapar ibu. Oligosakarida diyakini bisa meningkatkan perlindungan alami (yang telah melemah pada orangtua) dalam melawan patogen.

Sejauh ini, para ilmuwan telah bisa mengembangkan tikus yang secara genetik menghasilkan oligosakarida dalam susunya. Selain itu, peneliti sedang mengembangkan bakteri yang bisa menghasilkan oligosakrida manusia. Oligosakarida ini hendak dimasukkan ke dalam susu formula bayi atau digunakan sebagai suplemen untuk orang dewasa.

Di samping itu, komponen lain dari ASI, lysozyme dan lactoferrin, telah dicoba pada anak-anak yang menderita diare. Hasil menunjukkan bahwa kandungan ini tidak hanya efektif menghentikan diare tetapi juga menawarkan perlindungan terhadap kemungkinan diare berulang.

Radang sendi
ASI mengandung lactoferrin , yang berfungsi mencegah aktivitas berlebih dari sistem kekebalan tubuh bayi. Komponen ini diyakini bisa membantu mengatasi gangguan autoimun, seperti rematik arthritis, multiple sclerosis dan septic shock.

Kepikunan
Di Italia, peneliti sedang mempelajari apakah molekul ASI yang dikenal dengan glyerophosphocholine (GPC) bisa memperbaiki fungsi mental penderita kepikunan, korban stroke dan cedera otak traumatik.

Dalam beberapa percobaan terpisah, GPC terlihat bisa memperbaiki memori, perhatian dan orientasi orang-orang dengan berbagai bentuk kepikunan, termasuk Alzheimer’s. Komponen ini bekerja seperti nutrisi otak, memberi makan sel-sel tubuh yang paling memerlukan energi, seperti sel-sel otak.

Jerawat

Seorang mahasiswa dari University of California baru-baru ini menemukan bahwa kandungan asam laurat dalam ASI mengurangi iritasi dan bintik-bintik di wajah. Komponen ini telah dikembangkan dalam bentuk krim jerawat dan sedang menjalani percobaan klinis.

Krim ini menggunakan partikel emas kecil untuk membawa asam laurat ke dalam pori-pori. Dalam pori-pori, kandungan antimikroba di dalamnya akan bekerja melawan bakteri.

Namun karena kesulitan mendapatkan sumber ASI, peneliti sedang mengembangkan sumber baru untuk mendapatkan kandungan sehat di dalamnya. Komponen lysozyme dan lactoferrin diambil dari sejenis beras dan susu dari kambing dan sapi yang telah dikembangkan secara genetik.

Meskipun beberapa komponen bermanfaat ini bisa ditemuan dari susu hewan, ada beberapa komponen yang hanya terkandung dalam susu manusia. Selain itu, versi susu dari hewan kurang kuat saat diberikan kepada manusia.

Kesehatan
ASI mempunyai sejarah panjang dalam kesehatan. Bangsa Mesir kuno menggunakan ASI sebagai obat, dipadukan dengan madu. Dan di tahun 60-an, studi yang dilakukan penemu vaksin polio oral, Albert Sabin, menunjukkan bahwa tikus yang diberikan ASI pulih dari polio.

Sekarang ini, beberapa pasien penderita penyakit kekebalan tubuh, seperti HIV, leukemia atau hepatitis, juga minum ASI. Pasien ini diharapkan bisa mendapatkan manfaat yang sama dengan bayi-bayi.

Lihat Orang Sakit Kuatkan Kekebalan Tubuh

30 Apr

sxc.hu

SUPLEMEN multivitamin bukan satu-satunya cara meningkatkan kekebalan tubuh. Peneliti menemukan, melihat orang sakit saja bisa menguatkan kekebalan tubuh.

Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Psychological Science, Kamis (29/4) ini, peneliti memperlihatkan dua rangkaian slide yang berbeda kepada partisipan, dalam dua hari yang berbeda pula. Hari pertama, peneliti menunjukkan rangkaian slide berisi gambar-gambar furnitur.

Sedang hari kedua, peneliti secara acak memperlihatkan dua slide. Slide pertama mengenai foto-foto orang dengan cacar, bersin, hidung meler dan gejala penyakit lainnya. Sedang slide kedua menunjukkan orang-orang dengan senjata api.

Sebelum dan sesudah masing-masing slideshow, peneliti mengambil sampel darah partisipan. Peneliti kemudian menambahkan bakteri ke dalam sampel darah untuk melihat respon sistem imun.

Hasil menunjukkan, partisipan yang melihat slide orang-orang sakit memiliki respon sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat dibandingkan partisipan yang melihat gambar lelaki yang mengarahkan senjata ke arah mereka. Respon sistem imun yang kuat setelah melihat orang-orang sakit ini, terang peneliti dari University of British Columbia, merupakan adaptasi evolusi.

“Kelihatannya, sistem imun merespon lebih agresif saat Anda mengadakan kontak dengan sesuatu yang kemungkinan akan membuat Anda sakit,” terang penulis studi Mark Schaller, seperti dikutip situs healthday.com.

Bunga Bisa Bunuh Sel Kanker

30 Apr

photobucket.com

PENELITI telah menemukan terbosan pengobatan leukemia yang berpotensi menyelamatkan ribuan nyawa per tahunnya. Terobosan ini dikembangkan dari bunga Gypsophila Paniculata, yang umum dikenal dengan Baby’s Breath.

Selain itu, para ilmuwan meyakini bahwa bunga berukuran kecil ini bisa mengatasi tipe-tipe kanker lainnya. Dalam percobaan, peneliti menemukan, molekul-molekul dari bunga berwarna putih ini bisa memecah membran sel-sel kanker yang mematikan. Hal ini akan memudahkan obat-obat berbahan dasar antibodi untuk menyerang kanker tersebut.

Temuan ini diungkap oleh ilmuwan dari Leukaemia Busters. Leukaemia Busters merupakan badan amal yang berpusat di Southampton, Inggris. Badan ini didirikan oleh Dr David Flavell dan istrinya yang kehilangan putra mereka, Simon, akibat kanker darah.

“Temuan ini bisa mengubah cara kerja obat-obat berbasis antibodi dan bisa membantu menyelamatkan hidup. Ada kemungkinan besar bahwa temuan ini bisa digunakan dalam mengatasi tipe-tipe kanker lainnya,” tutur Flavell, seperti dikutip situs thesun.co.uk, Kamis (29/4).

Leukaemia & Lymphoma Research
juga menyatakan bahwa temuan ini sangat menjanjikan, terutama mengingat banyaknya angka kejadian kanker darah. Di Inggris saja, lebih dari 10.000 kasus kanker darah dan kanker sum-sum tulang didiagnosis per tahunnya.

Para ilmuwan sedang mempersiapkan percobaan klinis, yang diperhitungkan akan memerlukan waktu tiga hingga lima tahun.

Berenang Tingkatkan Keterampilan Bayi

30 Apr

dailymail.co.uk

MENGAJARKAN bayi untuk berenang sejak berusia beberapa bulan membantu mereka mengembangkan keterampilan fisik di usia selanjutnya. Sebuah studi menemukan, bayi yang berenang mempunyai keseimbangan lebih baik dan lebih mudah menangkap objek dibandingkan bayi yang tidak berenang.

Menurut peneliti dari Norwegian University of Science and Technology (NTNU), perbedaan keterampilan ini tetap bertahan meskipun anak sudah berusia lima tahun.

Dalam studi yang dipublikasikan di Care Health and Development ini, Profesor Hermundur Sigmundsson dari NTNU dan Profesor Brian Hopkins dari Lancaster University membandingkan 19 bayi yang berenang dengan 19 bayi yang tidak turut berenang (kelompok pengontrol).

Satu-satunya faktor yang membedakan bayi perenang dengan bayi dari kelompok pengontrol adalah aktivitas berenang. Semua faktor lain, seperti pendidikan orangtua dan status ekonomi, adalah sama.

Bayi yang berenang berpartisipasi dalam kelas berenang selama dua jam seminggu dari usia dua atau tiga bulan hingga mereka berusia tujuh bulan.

Dalam setiap sesinya, bayi-bayi ini dilibatkan dalam beragam aktivitas, seperti berjumpalitan di atas tikar yang mengambang, membawa bayi menyelam di bawah air, melompat dari tepi kolam, dan berada dalam posisi seimbang di tangan orang tua saat menjangkau benda yang mengambang.

Saat berusia lima tahun, kedua kelompok menjalani tes dengan sejumlah aktivitas, seperti menyeimbangkan diri di atas satu kaki dan lompat tali.

Peneliti mengaku menemukan hasil yang mengagetkan.”Kami melihat dengan jelas bahwa bayi dari kelompok prenang mempunyai performa terbaik dalam melakukan aktivitas terkait keseimbangan dan kemampuan menggapai benda,” tutur Profesor Sigmundsson, seperti dikutip situs dailymail.co.uk., Jumat (30/4).” Studi kami menunjukkan bahwa kita jangan pernah meremehkan aspek pembelajaran.”

Mencatat Makanan Ampuh Percepat Langsing

30 Apr

aboutweightloss.com.au

INGIN menurunkan berat badan? Cobalah menuliskan apa yang sudah Anda makan. Membuat jurnal seperti ini, menurut temuan peneliti, bisa memotivasi Anda dalam mencapai berat badan ideal.

“Motivasi memengaruhi penurunan berat badan, tapi efek ini sangat dipengaruhi oleh kepatuhan kepada monitoring pribadi,” tutur peneliti Kelly H. Webber, dari University of Kentucky.”Jika bisa memonitor sendiri diet dan olahraga Anda setiap hari, Anda akan menurunkan lebih banyak berat badan.”

Dan cara terbaik memonitor sendiri, terang Weber, adalah dengan menulis atau membuat jurnal mengenai segala sesuatu yang Anda makan dan jumlah waktu yang Anda habiskan untuk berolaharaga.

Peneliti mempelajari dua tipe motivasi (otonom dan dikendalikan) selama 16 minggu program penurunan berat badan. Program melibatkan 66 perempuan kelebihan berat badan. Motivasi otonom didorong oleh alasan pribadi. Sedang motivasi yang dikendalikan lebih berdasarkan pada tekanan dari orang lain dan perasaan bersalah.

Peneliti menemukan, pelaku diet yang didorong motivasi pribadi dan terus menulis jurnal cenderung lebih sukses.”Orang-orang yang menulis apa pun yang mereka makan dan minum selama program penurunan berat badan mencapai hasil lebih baik,” tutur Webber, seperti dikutip situs foxnews.com, Rabu (28/4).

“Motivasi membuat Anda tetap semangat. Faktor semangat ini sangat penting dalam menurunkan berat badan.” Pelaku diet yang berhasil menurunkan lima persen dari berat badan mereka, terang dia, adalah mereka yang mempertahankan motivasi.

Bedak Tabur Picu Kanker Rahim

30 Apr

nhs.uk

MENGGUNAKAN bedak tabur di area genital, sekali saja seminggu, bisa meningkatkan risiko kanker rahim hingga 24 persen. Partikel-partikel tepungnya menurut temuan peneliti, akan bergerak ke dalam tubuh perempuan dan memicu peradangan. Peradangan ini memungkinkan sel-sel kanker tumbuh subur.

Padahal diyakini sekitar 40 persen perempuan menggunakan bedak tabur secara teratur sebagai bagian dari rutinitas kebersihan pribadi. Penelitian sebelumnya telah menghubungkan bedak tabur dengan tumor ovarium.

Akan tetapi, ini merupakan penelitian pertama yang mengaitkan bedak tabur dengan kanker rahim atau kanker endometrium. Kanker ini membunuh sekitar 1.000 perempuan per tahun di Inggris dan Wales.

Dalam studi ini, peneliti dari Harvard Medical School di Boston menginvestigasi risiko kesehatan bedak tabur. Peneliti menemukan peningkatan risiko signifikan pada perempuan usia lanjut yang telah melewati masa menopause.

Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Cancer Epidemiology, Biomarkers & Prevention ini, peneliti dari Amerika Serikat melaporkan bahwa perempuan usia lanjut lebih berisiko. Pasalnya, mereka telah terpapar bedak tabur untuk jangka waktu yang lebih lama.

“Studi-studi mengindikasikan bahwa perempuan mulai menggunakan bedak tabur sejak usia muda dan terus menggunakan bedak tersebut selama berpuluh-puluh tahun,” terang peneliti, seperti dikutip situs dailymail.co.uk, Rabu (28/4).

Tahun lalu, tim peneliti dari Harvard menemukan, penggunaan bedak tabur setiap hari di area genital meningkatkan risiko kanker ovarium hingga 41 persen. Perempuan dihimbau untuk langsung menghentikan penggunaan bedak tabur.

Bedak tabur terbuat dari mineral halus, yang dikenal dengan nama hydrous magnesium silicate. Mineral ini secara alami tersedia di alam. Mineral ini dihancurkan, dikeringkan dan digiling untuk menghasilkan bubuk yang digunakan dalam produk kosmetik.

Meskipun begitu, peneliti menekankan perlunya studi lanjutan sebelum menyimpulkan hubungan antara bedak tabur dengan kanker endometrium. Dan meskipun penelitian selanjutnya menemukan hubungan , lanjut peneliti, masih sangat sedikit perempuan yang menderita kanker endometrium akibat bedak tabur.